Kesenian Burok Putra Kencana Ciledug
Pimpinan : Tono Emboy
Alamat : Jl. Merdeka Barat, Ciledug Kulon, Kec. Ciledug, Cirebon, Jawa Barat 45188
Contact : 0813-2447-8490
Wiragora dalam legenda masyarakat Indramayu dipercayai sebagai tokoh Antagonis dari jenis Siluman yang mendiami kedalaman sungai Cimanuk. Tokoh ini merupakan lawan dari tokoh Pendiri Indramayu Wiralodra. Jika Wiralodra digambarkan sebagai seorang bijak, pendiri bangsa, maka Wiragora sebaliknya. Kelakuannya buruk tidak dapat ditiru. Entah dari mana sumber kisah mengenai tokoh yang satu ini, meningat dalam naskah-naskah babad yang mengisahkan tentang pendirian Indramayu, tidak ditemui tokoh Wiragora ini. Biarpun demikian kisah mengenai Wiragora ini sering dimankan dalam pertunjukan seni Sandiwara di Indramayu. Wiragora dalam pertunjukan pentas Sandiwara biasanya ditampilkan dalam wujud Buto atau orang Indramayu menamainya dengan sebutan Buta, sejenis siluman raksasa yang jika tertawa dan berbica menggelegar. Menakutkan memang, rupa fisiknya mirip Buto Ijo dalam legenda di Pulau Jawa. Asal-Usul Wiragora Jika merujuk pada seni pentas Sandiwara yang biasa dim...
Barongsai adalah tarian tradisional Tiongkok dengan menggunakan sarung yang menyerupai singa. Barongsai memiliki sejarah ribuan tahun. Catatan pertama tentang tarian ini bisa ditelusuri pada masa Dinasti Chin sekitar abad ketiga sebelum masehi.
Sintren adalah kesenian tari tradisional masyarakat pesisir utara pulau Jawa. Pada wilayah budaya suku Cirebon, kesenian ini terkenal antara lain di wilayah kabupaten Subang, kabupaten Indramayu, kabupaten dan kota Cirebon, kabupaten Majalengka, kabupaten Kuningan dan kabupaten Brebes[1], bagi sebagian kalangan, kesenian Sintren dikenal sebagai tarian dengan aroma mistis karena melibatkan pawan Sintren dan kemenyan yang identik dengan benda-benda pada ritual mistis. Asal mula nama sintren salah satunya berasal dari kata sindir (bahasa Indonesia: sindir) dan tetaren (bahasa Indonesia: pertanyaan melalui syair-syair yang perlu dipikirkan jawabannya) maksudnya adalah menyindir dengan menggunakan sajak-sajak atau syair-syair, sementara di wilayah kabupaten Indramayu kesenian ini disebut sebagai Lais (bahasa Indonesia: suci) yang kependekan dari nama asalnya yang dalam bahasa Cirebon dialek Indramayu disebut sebagai wari lais (bahasa Indonesia: air suci) yang dimaknai sebagai para pemuda...
Komentar
Posting Komentar