Kesenian Burok Putra Kencana Ciledug
Pimpinan : Tono Emboy
Alamat : Jl. Merdeka Barat, Ciledug Kulon, Kec. Ciledug, Cirebon, Jawa Barat 45188
Contact : 0813-2447-8490
Negara kita Indonesia tercinta ini merupakan salah satu negara yang memiliki beribu pulau yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Dan setiap pulau tersebut tentunya memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda satu dengan yang lainnya tentunya. Ciri khas tersebut bisa saja berupa ciri khas kuliner, tempat wisata, pernak pernik, budaya, adat istiadat dan yang tak kalah menariknya adalah mengenai kesenian yang berasal dari setiap daerah tersebut. Tentunya setiap daerah memiliki cara unik mereka sendiri untuk menonjolkan ciri khas yang setiap daerah itu miliki.Nah sobat semua, salah satu daerah yang juga memiliki kesenian yang menjadi ciri khas dari daerah tersebut adalah seperti kesenian burok khas Cirebon. Bagi sobat semua yang mengerti akan daerah Cirebon ini tentunya sudah tidak asing lagi dengan kesenian yang satu ini karena kesenian Burok khas Cirebin in...
Sintren adalah kesenian tari tradisional masyarakat pesisir utara pulau Jawa. Pada wilayah budaya suku Cirebon, kesenian ini terkenal antara lain di wilayah kabupaten Subang, kabupaten Indramayu, kabupaten dan kota Cirebon, kabupaten Majalengka, kabupaten Kuningan dan kabupaten Brebes[1], bagi sebagian kalangan, kesenian Sintren dikenal sebagai tarian dengan aroma mistis karena melibatkan pawan Sintren dan kemenyan yang identik dengan benda-benda pada ritual mistis. Asal mula nama sintren salah satunya berasal dari kata sindir (bahasa Indonesia: sindir) dan tetaren (bahasa Indonesia: pertanyaan melalui syair-syair yang perlu dipikirkan jawabannya) maksudnya adalah menyindir dengan menggunakan sajak-sajak atau syair-syair, sementara di wilayah kabupaten Indramayu kesenian ini disebut sebagai Lais (bahasa Indonesia: suci) yang kependekan dari nama asalnya yang dalam bahasa Cirebon dialek Indramayu disebut sebagai wari lais (bahasa Indonesia: air suci) yang dimaknai sebagai para pemuda...
Dalam mitologi Hindu, Rahwana', Prabhu Dasa, Prabhu Dasamuka (Devanagari: रावण , IAST Rāvaṇa; kadangkala dialihaksarakan sebagai Raavana dan Ravan atau Revana) adalah tokoh utama yang bertentangan terhadap Rama dalam Sastra Hindu, Ramayana. Dalam kisah, ia merupakan Raja Alengka, sekaligus Rakshasa atau iblis, ribuan tahun yang lalu dalam kesenian Rawana dilukiskan dengan sepuluh kepala, yang menunjukkan bahwa ia memiliki pengetahuan dalam Weda dan sastra. Karena punya sepuluh kepala ia diberi nama "Dasamukha" ( दशमुख , bermuka sepuluh), "Dasagriva" ( दशग्रीव , berleher sepuluh) dan "Dasakanta" ( दशकण्ठ , berkerongkongan sepuluh). Ia juga memiliki dua puluh tangan, menunjukkan kesombongan dan kemauan yang tak terbatas. Ia juga dikatakan sebagai ksatria besar. Menurut mitologi Hindu, Rahwana atau dengan nama lain Prabu Dasamuka adalah tokoh utama antagonis yang melawan Rama dalam kisah Ramayana. Di mana ia adalah seorang raja yang dengan julukan R...
Komentar
Posting Komentar